Tau nggak sih, apa itu Dana Darurat? Dana darurat atau emergency fund, adalah dana yang digunakan pada saat keadaan darurat dan tidak bisa diatasi dengan keuangan secara normal.

Apalagi seperti saat pandemi sekarang ini, banyak keadaan tidak terduga seperti adanya efisiensi di perusahaan-perusahaan secara mendadak, atau pemasukan yang tidak pasti bagi para pengusaha. Namun, pengeluaran rutin juga masih harus dikeluarkan.

Idealnya, dana ini perlu disiapkan sebelum krisis terjadi. Tapi, tidak terlambat jika kamu baru mau mulai menyiapkan dana darurat sekarang! Lalu, bagaimana cara menyiapkannya?

Bagaimana menyiapkan Dana Darurat?

Idealnya, Dana Darurat disiapkan sejak dini atau sebelum terjadi adanya krisis. Tapi, belum terlambat jika kita memulai sekarang! Better late than never. Jadi, mulai dari mana?

  1. Analisa kondisi keuangan sendiri. Kalau sudah bekerja, hitung seluruh pendapatan bulanan dan totalkan.
  2. Analisa pengeluaran rutin perbulan.
  3. Breakdown. Hitung sisa dari pendapatan dikurang pengeluaran. Dari situ, mulai hitung persentase yang akan dialokasikan untuk dana darurat, investasi dan tabungan.

Intinya, jangan lupa mencatat cash flow setiap bulan.

Dana darurat merupakan bagian penting dalam perencanaan keuangan. Saat kita memilikinya, kita akan menyusun pengeluaran sesuai dengan kebutuhan. Sehingga, dana darurat dapat dipakai untuk kebutuhan mendesak.”

– Yulisa Rebecca, Accounting, Reporting & Tax Manager of TaniHub Group University of Edinburgh, Mastering in Finance and Investment

Bentuk dana darurat yg disiapkan?

Dana Darurat ini disiapkan ketika kita sedang dalam situasi gawat/krisis, sehingga dapat menggunakan dana ini. Dana darurat harus dalam bentuk liquid dan mudah diambil. Seperti:

  • Tabungan di bank dengan rekening terpisah,
  • Deposito

Berapa dana darurat yang dibutuhkan?

  • Idealnya, dana darurat adalah 3-6x dari pengeluaran rutin bulanan (untuk yang belum berkeluarga)
  • untuk yang sudah berkeluarga, menjadi 2x lipatnya, atau sebesar 6-12x dari jumlah pengeluaran bulanan. 

Untuk yang belum memiliki dana darurat, yuk, mulai dari sekarang!

Setidaknya, mulai alokasikan minimal 10% dari penghasilanmu!