Oleh: Kalista Krisdatama, Funding Apprentice TaniFund

Kepopuleran fintech P2P lending di Indonesia lebih dari sekadar fenomena. Pengguna P2P lending dari sisi borrower maupun lender kian mengalami peningkatan. Menariknya, apabila diperhatikan lebih lanjut, P2P lending di Indonesia saat ini didominasi oleh lender milenial. Hampir 70% dari total pemberi pinjaman merupakan generasi muda. Hal ini dibuktikan melalui data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per 31 Desember 2020 yang mencatat bahwa sebanyak 66,38% dari total lender berusia antara 19 – 34 tahun.  

Dikutip dari investor.id, Ketua Harian Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI), Kuseryansyah, menyampaikan bahwa keberadaan fintech P2P lending dapat dijadikan pilihan bagi milenial termasuk mahasiswa untuk mengelola keuangannya agar lebih produktif. Bukan tanpa alasan mengapa P2P lending juga sangat cocok digunakan oleh para milenial dalam mengelola keuangannya. 3 alasan diantaranya adalah sebagai berikut:

Pertama, P2P lending sangat mudah untuk diakses. Di era yang serba digital ini, generasi milenial terbiasa melakukan aktivitas dan memenuhi kebutuhannya dengan praktis dan cepat. Layanan P2P lending yang berlandaskan teknologi ini sangat cocok dengan kebutuhan generasi milenial karena sudah dapat diakses hanya dengan bermodalkan smartphone ataupun gadget lainnya yang terkoneksi dengan internet yang membuat penyediaan pinjaman bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja.

Kedua, P2P lending menyediakan layanan yang memungkinkan lender memberikan pinjaman sesuai kemampuan finansial dan preferensi yang dimilikinya, salah satunya yaitu memperbolehkan pendanaan awal dengan nominal kecil. Hanya dengan 100 ribu Rupiah, generasi milenial sudah bisa memulai pendanaan melalui P2P lending dan memperoleh pendapatan pasif yang menguntungkan lewat imbal hasil yang ditawarkannya.

Ketiga, P2P lending memberikan kesempatan bagi lender milenial untuk ikut serta meningkatkan perekonomian mereka yang tidak memiliki akses perbankan yang mendaftar sebagai borrower untuk mengembangkan usahanya.  Dengan kata lain, generasi milenial bisa berkontribusi dalam memberikan dampak sosial pada masyarakat sekitar. Sesuai dengan pernyataan tersebut, sebagaimana dilansir dari kumparan.com, generasi milenial memiliki kekuatan untuk menentukan pilihan. Dari hal-hal yang mereka kerjakan, yang benar-benar mereka inginkan yaitu untuk membuat suatu perubahan untuk masyarakat.

Di TaniFund, ketiga faktor di atas mudah sekali dicapai oleh lender milenial. Dengan hanya mengakses website TaniFund, para lender bisa mendukung sektor pertanian dan UMKM Indonesia mulai dari Rp 100.000 dan mendapatkan bunga hingga 18% p.a!

Melalui TaniFund, para lender dapat menikmati pertumbuhan dari dana yang disalurkan dan membantu mensejahterakan para petani/peternak dan pengusaha UMKM lokal mendapatkan permodalan yang diperlukan untuk mengembangkan usahanya.

Referensi:
https://investor.id/finance/70-lender-dan-borrower-fintech-lending-adalah-milenial

https://www.ojk.go.id/id/kanal/iknb/data-dan-statistik/fintech/Pages/-Statistik-Fintech-Lending-Periode-Desember-2020.aspx

https://kumparan.com/millennial/milenial-inginkan-pekerjaan-yang-memberikan-dampak-dosial/full