1. Percepat Piutang


Semakin cepat uang mulai mengalir ke bisnismu, semakin cepat masalah arus kas akan diselesaikan!
Mintalah pelanggan baru untuk membayar deposit atau pembayaran sebagian di muka,
– mulai mengirim faktur lebih awal,
– kirim faktur lebih sering, buat faktur setiap minggu / setiap dua minggu
– fokus pada akun yang telah jatuh tempo dan mulai telfon klien untuk melakukan pembayaran sebagian; dalam krisis cash flow, setiap Rupiah diperhitungkan.

2. Negosiasi Pengeluaran


Jika kamu dapat menunda atau mengurangi jumlah arus kas keluar dari perusahaanmu selama krisis cash flow, itu akan membantu mengurangi beban modal kerjamu. Jujurlah dengan vendor untuk menegosiasikan pembayaran / untuk menanyakan tentang penundaan pembayaran.

3. Pertimbangkan Opsi Meminjam


Ketika lebih banyak uang yang mengalir keluar dari perusahaan daripada masuk ke perusahaan, salah satu cara untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan menemukan cara untuk mendatangkan uang ke dalam bisnis dengan pinjaman bisnis atau cash advance kartu kredit. Namun, pastikan kamu memahami tingkat suku bunga dan telah mempertimbangkan semua opsi lain agar tidak membuat keputusan yang hanya akan menambah masalah di kemudian hari.

4. Memangkas Biaya
Selama kekurangan cash flow, kamu harus memprioritaskan pengeluaran perusahaanmu. Hilangkan semua pengeluaran yang tidak perlu dan hanya belanjakan untuk biaya operasional dan menghasilkan pendapatan.

5. Jual Aset Non-Esensial
Selain memotong pengeluaran yang tidak penting, kamu juga bisa melepaskan aset bisnis yang tidak penting. Ini adalah cara yang efektif dan cepat untuk mengumpulkan uang saat kamu sedang di situasi susah.

sumber: growthforce.com

 


“Never take your eyes off the cash flow because it’s the life blood of business.” – Richard Branson