Kelompok Tani Maruyung yang diketuai oleh Kang Asep Saepul Manan merupakan salah satu kelompok ternak ikan yang sudah turun menurun melakukan tani mina dimana selain bertani padi, kelompok tani ini juga memelihara Ikan di kolam-kolam dekat sawah.

Mina padi (mina = “ikan” dan padi) adalah suatu bentuk usaha tani gabungan (combined farming) yang memanfaatkan genangan air sawah yang tengah ditanami padi sebagai kolam untuk budidaya yang memaksimalkan hasil tanah sawah.

Latar belakang Kang Asep Saepul Manan (Manan) sendiri sebenarnya adalah lulusan dari Jurusan Ilmu Politik Unpad. Namun, karena gemar bertani dan hampir seluruh keluarganya bertani di Tasikmalaya, Kang Manan pun memberanikan diri untuk memulai usaha di pertanian, mulai dari bertani jagung saat kuliah dulu, hingga akhirnya 3 tahun terakhir mengembangkan perikanan di daerah sendiri.

Kang Manan termasuk petani milenial yang mau turun langsung untuk belajar budidaya dan mampu masuk ke kalangan senior dan junior, terutama di desanya sendiri. Saat ini Kang Manan mulai mengenalkan sistem ternak ikan yang lebih intensif ke masyarakat sekitar dengan melakukan plasma, pendampingan, dan bantuan pemasaran.

Dalam perjalanannya melakukan usaha, Kang Manan menemukan berbagai macam kendala dan rintangan. Salah satu yang pernah dialami di tengah banyaknya permintaan adalah kesulitan modal. Hal ini cukup berdampak dalam pengembangan usahanya dan pengenalan ke lingkungan sekitar, dimana lingkungan pasti menuntut bukti dan contoh terlebih dahulu.

Di tengah pencarian untuk pengembangan usahanya, Kang Manan bersama anggota kelompok taninya pun menemukan TaniFund melalui Facebook dan mencoba mengajukan kerja sama kemitraan dengan TaniFund.

Kolam pribadi kelompok tani Maruyung, tempat budidaya ikan nila nirwana.

Setelah melewati beberapa tahapan dan verifikasi oleh tim lapangan TaniFund, kelompok tani Maruyung berhasil menjadi mitra TaniFund. Proyek perdana kelompok tani Maruyung adalah Budidaya 1 ton Ikan Nila Nirwana di 3 kolam pribadi seluas 0,3 Ha. Kelompok tani Maruyung dapat mencapai panen yang cukup optimal yaitu 14.000 kg. Padahal sebelumnya, untuk menghasilkan 1 – 2 ton saja kelompok tani Maruyung kesulitan mendapatkan modal, sehingga proses dan hasil budidayanya pun kurang maksimal.

hasil panen budidaya ikan nila nirwana oleh kelompok tani Maruyung