Sudah pernah mendengar tentang generasi sandwich? Tapi sebenarnya apa generasi sandwich itu?

Generasi sandwich dianalogikan seperti sandwich dimana sepotong daging terhimpit oleh 2 buah roti. Roti tersebut diibaratkan sebagai orang tua (generasi atas) dan anak (generasi bawah), sedangkan isi utama sandwich berupa daging, mayonnaise, dan saus yang terhimpit oleh roti diibaratkan seperti diri sendiri. Intinya generasi sandwich merupakan generasi ketika seseorang harus menanggung hidup 3 generasi yaitu orang tuanya, diri sendiri, dan anaknya.

Permasalahan yang biasa terjadi kepada generasi sandwich adalah masalah finansial. Salah satu yang menyebabkan adanya generasi sandwich adalah orang tua yang kurang maksimal dalam mempersiapkan dana pensiun. Sehingga, banyak orang tua yang masih mengandalkan anaknya saat sudah masuk masa pensiun.

Lalu bagaimana untuk memutus rantai permasalahan finansial generasi sandwich?

  1. Lakukan pengelolaan uang dengan baik. Jika kamu termasuk ke dalam generasi sandwich kamu harus bisa kelola keuangan. Dalam hal ini, kamu bisa terapkan metode 50/30/20 setiap kali menerima gaji. Rinciannya, 50% untuk biaya kebutuhan pokok, 30% untuk keinginan, dan 20% untuk tabungan serta investasi jangka panjang. Selain itu, biasakan pula mencatat semua pengeluaran setiap harinya agar uang yang keluar bisa selalu dimonitor.
  2. Tinjau kembali rencana pengeluaran kamu. Sebuah rencana pengeluaran akan memberikan arah yang jelas kemana uangmu akan digunakan, sehingga setiap rupiah memiliki tujuan. Jika kamu berada di generasi sandwich, rencana pengeluaran kamu mungkin perlu disesuaikan untuk mengakomodir biaya baru yang terkait dengan biaya untuk perawatan orang tua atau membayar kebutuhan pendidikan. Itu bisa berarti mengurangi pengeluaran tertentu sehingga kamu dapat terus menabung untuk masa pensiun dengan kecepatan yang sama.

  3. Siapkan financial safety net. Financial safety net berguna untuk melindungi dirimu sendiri dan keluargamu dari risiko finansial seperti hilangnya stabilitas finansial ataupun karena berbagai peristiwa tak terduga seperti biaya sakit, bencana, atau tragedi pribadi lainnya. Financial safety net ini mencakup dana darurat dan asuransi hidup.

  4. Tingkatkan terus literasi keuangan kamu. Dengan mempunyai pengetahuan dan kecakapan untuk mengaplikasikan pemahaman tentang konsep dan risiko finansial, kamu dapat membuat keputusan finansial yang lebih efektif, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan finansialmu.
  5. Memilih P2P lending sebagai salah satu platform pengembangan dana kamu. Pendanaan di P2P lending bisa dimulai dengan modal yang tergolong sangat kecil, sebagai contoh di TaniFund kamu bisa mulai dari Rp100.000 saja! Kamu bisa memilih proyek dengan tenor dan bunga yang bervariasi, dengan pengembalian 12%-18% per tahun. Terlebih lagi, pengembalian bisa didapatkan setiap bulan atau akhir periode, tergantung proyek pendanaan yang kamu pilih.

Selain kamu bisa mengembangkan uang kamu, bersama TaniFund kamu juga turut ikut serta dalam mendukung sektor agrikultur dan UMKM Indonesia. TaniFund juga sudah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan memiliki sertifikasi ISO 27001 mengenai Manajemen Keamanan Informasi.

Mulai daftar jadi lender sekarang dan lakukan #PendanaanBerdampakSosial untuk memutus rantai permasalahan finansial generasi sandwich!

www.tanifund.com