TaniFund menggunakan konsep Peer to Peer Lending (P2P Lending) dalam sistem pendanaannya.

Sebenarnya apa sih P2P Lending itu? 


P2P Lending merupakan layanan jasa keuangan yang mempertemukan pemberi pinjaman (lender) dengan penerima pinjaman (borrower). Layanan P2P Lending ini merupakan praktik meminjam dan memberikan pinjaman secara online.


TaniFund, sebagai platform P2P Lending yang berfokus pada industri agrikultur dan UMKM di Indonesia, mempertemukan kamu dengan para petani lokal dan pelaku usaha UMKM melalui pinjaman modal produktif dengan risiko terukur yang berdampak sosial.


Melalui pendanaan di TaniFund, kamu dapat membantu membangun akses permodalan untuk kesejahteraan petani lokal dan para pelaku usaha UMKM.

Lalu, bagaimana cara kerja TaniFund?
Sebagai peminjam dana (Borrower), ada beberapa produk pendanaan yang ditawarkan oleh TaniFund, yaitu:


Pendanaan atas budidaya:


TaniFund menyediakan pendanaan terhadap kelompok tani untuk melakukan usaha budidaya sehingga produktivitas petani semakin meningkat seiring dengan peluang meningkatnya modal kerja.


Pendanaan atas nota piutang:

TaniFund menyediakan pendanaan untuk petani ataupun pengusaha di bidang pangan & agrikultur yang memerlukan dana atas faktur ataupun atas nota penjualan yang dilakukan, sehingga uang tersebut dapat digunakan kembali sebagai modal kerja.


Pendanaan atas pengembangan usaha


TaniFund menyediakan pendanaan untuk petani ataupun pengusaha di bidang pangan & agrikultur yang memerlukan dana untuk melakukan pengembangan usaha.

Sebagai peminjam dana, ada beberapa tahapan proses yang perlu dilewati seperti proses interview dan survey, pengunggahan dokumen-dokumen, credit scoring, sampai proses persetujuan dari tim internal TaniFund dan kesepakatan dengan borrower terkait skema komisi dan bunga serta tenor yang ditawarkan kepada pemberi dana (lenders).

Detail dari pinjaman nantinya akan ditampilkan secara transparan melalui prospektus yang diunggah di website www.tanifund.com. Sehingga para pemberi dana dapat memahami dengan baik dana yang akan disalurkan tersebut untuk kebutuhan apa saja.


Manfaat apa saja yang dirasakan oleh borrower TaniFund?

– Kepastian off-taker dari hasil panen sehingga pendapatan hasil panen bisa diprediksi dan meningkat, tidak ada hasil panen yang sia-sia dan menjadi kerugian.
– Peningkatan hasil panen karena bimbingan best practices dari para ahli agronomis yang memantau selama proses budidaya.
– Skala produksi yang lebih luas karena adanya modal sehingga peluang peningkatan pendapatan semakin besar.
– Membantu perputaran keuangan / cashflow dari usaha sehingga dapat meningkatkan produktivitas.


Lalu bagaimana ya cara kerjanya TaniFund?


Sebagai pemberi dana (Lenders), kamu dapat melihat proyek pendanaan budidaya dan pembiayaan yang dapat kamu danai beserta detail pinjaman dan prospektus yang ditampilkan di halaman proyek pada website www.tanifund.com. Nantinya dana yang kamu salurkan akan langsung ditambahkan ke dalam total dana yang dibutuhkan peminjam. Dana yang terkumpul nantinya akan dicairkan dan diberikan kepada sang peminjam, lalu dikembalikan dalam periode yang sudah ditentukan.


Manfaat apa saja yang dirasakan oleh lender TaniFund?


– Pendanaan berdampak sosial yang besar bagi sektor agrikultur dan UMKM di Indonesia.
– Manfaat bunga hingga 18% p.a. dengan perhitungan yang adil bagi borrower dan lender.
– Pendanaan dapat dilakukan mulai dari modal kecil, mulai dari Rp 100.000 saja dapat memberikan dampak sosial yang besar dan nyata.
– Keamanan sistem yang tersertifikasi ISO 27001.
– Selain terdaftar dan diawasi oleh OJK serta TKB90=100%, proyek-proyek di TaniFund dilengkapi oleh pendampingan khusus dari ahli agronomis sehingga risiko menjadi lebih terkendali.


TaniFund membantu menghubungkan antara borrower dan lender sehingga keduanya dapat sama-sama menikmati manfaat; pendanaan berdampak sosial dimana keduanya dapat merasakan kesejahteraan bersama dalam pertumbuhan ekonomi masing-masing.

Jadi, apakah kamu sudah mencoba #PendanaanBerdampakSosial bersama TaniFund?

www.tanifund.com