Oleh: Sonny Sanjaya, Project Management Lead TaniFund

Pertanian telah menjadi tulang punggung banyak orang di Indonesia, terutama menyerap warga kurang mampu. Meski memiliki peran strategis dalam pembangunan ekonomi nasional, pertanian memiliki porsi ekonomi yang kecil dan diperebutkan oleh banyak orang. Tidak heran jika pendapatan per kapita pertanian relatif lebih rendah dibandingkan sektor lainnya. Suara ajakan untuk berkolaborasi semakin nyaring karena ada fokus yang semakin besar pada upaya penguatan ketahanan petani dan rumah tangga pedesaan. Hal ini semakin bergema ketika berbagai kisah sukses kemitraan antara publik-swasta, crowdfunding, dan pengembangan aplikasi muncul ke permukaan. Multi-Stakeholder Partnership seperti bentuk aksi kolektif lainnya, bertujuan untuk menciptakan dampak jangka panjang dan bermakna di semua tingkat. Sebagian besar tindakan dimaksudkan untuk memberikan tata kelola yang lebih baik dan pembangunan yang inklusif. Pembangunan Multi-Stakeholder Partnership di sektor pertanian didominasi oleh hubungan antara petani, pemerintah dan swasta.

Elemen awal yang dapat ditemukan dalam mengembangkan Multi-Stakeholder Partnership adalah peningkatan kapasitas dan sumber daya. Para stakeholder, atau pemangku kepentingan, dengan setiap keunggulan yang dimilikinya menambah nilai pada upaya-upaya pengembangan. Mereka mengumpulkan sumber daya dan berbagai aset dalam memecahkan masalah. Misalnya, petani bisa lebih tahan terhadap perubahan dan siap menghadapi generasi penerus usahatani karena mereka belajar, menyerap dan berbagi ilmu dalam relasi. Pemerintah sebagai pembuat kebijakan akan mendapatkan keuntungan besar dengan melakukan kemitraan ini karena mereka dapat berbicara langsung dengan petani tentang apa yang mereka butuhkan. Sehingga landasan keputusan mereka berdasarkan pada masalah dan analisis yang langsung dari akarnya. Sektor swasta dapat berinvestasi pada teknologi terkini dan mempertahankan produktivitas serta mengembangkan bisnis mereka.

Seiring dengan terciptanya inovasi, berbagai macam keanekaragaman pengetahuan dan teknologi juga tumbuh untuk mendukung gebrakan baru. Sistem inovasi biasanya muncul secara spontan dari aktivitas kewirausahaan. Tetapi mereka juga dapat difasilitasi dan distimulasi dengan membuat kerangka kerja untuk inovasi dan pengembangan kemitraan. Tren seperti munculnya e-commerce dan otomisasi dapat diadopsi lebih optimal dengan adanya hubungan kemitraan ini.

Multi-Stakeholder Partnership akan berjalan efektif dengan komunikasi yang terbuka. Guna memenuhi tujuan bersama, mereka perlu melonggarkan otoritas, kepentingan, bahkan kompetensi organisasi mereka. Setiap stakeholder perlu menempatkan bagian yang sama dan memfasilitasi negosiasi untuk hasil yang optimal. Mengembangkan pemahaman yang lebih baik tentang efek keragaman tersebut, termasuk dinamika kekuatan dan kesenjangan kekuasaan, dapat membantu meningkatkan komunikasi dan kolaborasi serta untuk menghindari kegagalan proses karena hambatan komunikasi.

TaniFund sebagai perusahaan start-up teknologi keuangan muncul untuk mengatasi masalah pertanian dan menjangkau lebih banyak daerah tertinggal agar pemahaman para petani akan literasi pertanian dan keuangan lebih meningkat di daerah tersebut, sehingga para petani dapat menjadi lebih sejahtera.

TaniFund menggabungkan pertanian, teknologi dan dampak sosial untuk mencapai pembangunan ekstensif di bidang pertanian untuk masa depan yang lebih baik. TaniFund berhasil mengimplementasikan Multi-Stakeholder Partnership dengan menggandeng beberapa stakeholders seperti pemerintah, swasta, dan petani skala kecil. Skema kemitraan tersebut bervariasi mulai dari peningkatan kesadaran produk lokal, peningkatan produk potensi daerah, pengenalan beberapa jasa keuangan serta menyerap dan memperkenalkan teknologi baru untuk menjangkau petani skala kecil agar lebih terbuka terhadap literasi teknologi dan keuangan. Visi TaniFund yakni Together Growing the Future akan tetap sama dari waktu ke waktu dengan keyakinan dapat tumbuh bersama dan meningkatkan sistem pertanian di Indonesia.

Komitmen untuk berubah perlu ditanamkan pada setiap stakeholder karena proses Multi-Stakeholder Partnership yang berhasil mengembangkan komitmen dan kapasitas kolektif untuk mengubah ide dan rencana menjadi tindakan. Para stakeholders perlu bekerja sama untuk mencapai pertanian yang inklusif dan holistik di Indonesia. TaniFund selalu terbuka untuk kolaborasi dan siap mendukung pertanian Indonesia yang lebih baik. TaniFund turut mengajak setiap stakeholder yang ingin menjadi bagian dari pembangunan pertanian untuk maju dan melakukan perubahan.

 Come join us, Together Growing the Future!

www.tanifund.com