Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 18-19 November 2020 memutuskan untuk menurunkan suku bunga BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 basis poin menjadi 3,75%.

Sebelumnya, apa sih Suku Bunga BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) itu?

Pertama, mari kita bahas mengenai BI Rate dulu.

BI Rate adalah suku bunga kebijakan yang mencerminkan sikap kebijakan moneter yang ditetapkan oleh Bank Indonesia dan diumumkan kepada publik.

Salah satu faktor utama penetapan nilai BI Rate adalah inflasi. Harga-harga barang dan jasa akan naik atau turun secara umum dan terus-menerus akibat naik turunnya inflasi. Penetapan BI Rate akan tergantung dari naik turunnya inflasi tersebut.

Jika inflasi naik, Bank Indonesia akan menaikkan BI Rate. Sebaliknya, jika inflasi turun, Bank Indonesia akan menurunkan BI Rate.

Jika BI Rate turun, bukan berarti masalah akan selesai. Uang yang bank-bank simpan di BI tidak bisa langsung diambil karena harus menunggu terlebih dahulu selama setahun untuk bisa menarik uangnya. Karena itu, peredaran uang tidak seketika langsung meningkat.

Demikian juga apabila Bank Indonesia menaikkan BI Rate, inflasi tidak serta merta langsung turun. Sebab beberapa bank tidak ingin uang mereka tersimpan di BI selama setahun. Pertumbuhan ekonomi yang ingin dicapai akan memakan waktu lebih lama.

Adanya kendala waktu tersebut membuat BI berinisiatif untuk memberlakukan BI 7-Day (Reverse) Repo Rate.

Rentang waktu BI 7-Day (Reverse) Repo Rate lebih singkat daripada BI Rate. Tidak perlu lagi menunggu hingga setahun untuk bisa menarik kembali uangnya, bank-bank bisa menarik uangnya setelah menyimpan selama 7 hari (bisa 14 hari, 21 hari, dan seterusnya) di Bank Indonesia (BI). Kemudian pengembalian tersebut ditambah dengan bunga yang besarannya seperti yang dijanjikan sebelumnya.

Dengan jangka waktu yang lebih pendek, otomatis BI 7-Day Rate memiliki suku bunga/rate yang lebih rendah daripada BI Rate.

Tingkat suku bunga acuan 3,75% saat ini merupakan level terendah sejak BI-7DRR diberlakukan di Indonesia mulai dari 21 April 2016. Menurut Bisnis.com, ini adalah level terendah sepanjang masa.

Dengan menurunkan Suku Bunga BI-7DRR ini, Bank Indonesia (BI) berharap lembaga perbankan akan menurunkan suku bunga deposito dan kredit. Begitu pula sebaliknya, jika Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga, lembaga perbankan diharapkan ikut menaikkan suku bunga deposito dan kredit.

sumber: bisnis.com, cnbcindonesia.com, cermati.com

Dengan turunnya suku bunga deposito, maka keuntungan yang didapatkan oleh investor juga akan berkurang, bukan?

Lalu, apa alternatif lain untuk mengembangkan dana kamu?

P2P Lending jawabannya!

Dengan nilai bagi hasil yang lebih stabil, kamu juga bisa mendukung sektor agrikultur dan UMKM di Indonesia dengan menyalurkan pendanaan melalui TaniFund!

Daftar jadi lender sekarang di www.tanifund.com untuk melakukan #PendanaanBerdampakSosial dan mulai mengembangkan dana kamu!