Menanam kentang atlantik terbilang lebih mudah dibandingkan dengan tanaman lainnya. Contohnya setiap satu minggu, kentang atlantik hanya butuh tiga hari untuk pemberian obat. Seperti apa proses lengkapnya? Inilah proses budidaya kentang atlantik yang dilakukan petani TaniFund:

 

1. Pengolahan lahan

Sebelum penanaman, pengolahan lahan perlu dilakukan. Proses pengolahan terdiri dari penyiangan gulma atau tanaman liar, dan pembajakan lahan agar kembali gembur. Mesin traktor atau hewan kerbau bisa digunakan untuk mempercepat proses penggemburan.

2. Pembuatan guludan

Saat lahan selesai diolah, maka pembuatan guludan bisa dimulai. Guludan adalah tanah yang dibentuk memanjang sebagai tempat menaruh bibit dan pupuk.

3. Penanaman bibit

Setelah guludan siap dipakai, bibit kentang atlantik dimasukkan ke dalam lubang tanam dan ditutup dengan pupuk.

4. Perawatan tanaman

Selama masa perawatan, petani rutin melakukan pemberian obat, penyiraman, dan penyiangan gulma.

5. Panen

Setelah tanaman berumur 90–120 hari, maka kentang siap dipanen. Ciri fisik kentang atlantik siap panen adalah yang berwarna kuning cerah. Dalam satu siklus panen, ada saja kentang atlantik yang terkena virus atau busuk. Ciri kentang yang terkena virus adalah berwarna hijau muda di sebagian kulitnya dan disertai bintik-bintik kecil, sedangkan ciri kentang atlantik yang busuk berwarna keputihan di bagian kulitnya.

 

Perbedaan Kentang Atlantik dengan Kentang Granola

Lalu apa yang membedakan kentang atlantik dengan varietas lainnya, misalnya kentang granola? Simak infografis perbedaan kentang atlantik dan kentang granola.

 

Tertarik membudidayakan kentang tapi terbatas lahan & keahlian? Tak perlu khawatir, dengan TaniFund, Anda bisa bertani tanpa memiliki lahan. Jika butuh suplai buah atau sayuran, TaniHub bisa membantu Anda.