Seiring berjalannya waktu, banyak bermunculan fintech baru dengan penawaran bunga dan resiko yang tinggi. Kita harus lebih berhati-hati dalam melakukan pendanaan. Jadilah lender yang cermat dalam memilih platform pendanaan. Pendanaan aman bisa dilihat dari beberapa aspek:

1. Terpercaya

Terdaftar & diawasi oleh lembaga pemerintah, yaitu Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

2. Studi kelayakan

Mengidentifikasi resiko diawal dan melakukan mitigasi yang diperlukan. Salah satunya adalah adanya prospektus yang jelas, agar keamanan setiap proyek jelas & terukur

3. Transparansi

Keterbukaan informasi mencerminkan bahwa perusahaan tidak takut diawasi oleh stakeholder. Contohnya adalah informasi perusahaan, informasi profil barang/proyek, laporan studi kelayakan, perhitungan keuntungan, progress monitoring dan mitigasi resiko serta histori transaksi. 

4. Memiliki track record yang baik

Histori transaksi dapat menunjukan bahwa perusahaan sukses dalam menjalankan bisnisnya atau tidak. Hal ini  dapat dilihat dari laporan keuangan, TKB 90 dan NPL.

5. Memberikan keuntungan yang wajar

Perolehan keuntungan yang mudah & besar selalu disertai resiko yang tinggi High risk high return. Membandingkan keuntungan yang wajar dengan standar pasar umum dapat menggambarkan tingkat keamanan dari barang/proyek tersebut. 

6. Membutuhkan persyaratan yang tidak berlebihan

Keamanan informasi pribadi (privacy) wajib dijaga. Pastikan untuk banyak membaca persyaratan yang diperbolehkan OJK atau lembaga berwenang lainnya demi mencegah kebocoran informasi pribadi diri kita. 

7. Mempunyai jangkauan pasar yang luas

Barang/proyek dapat diakses masyarakat banyak dapat memperluas jangkauan pengawasan dari para pemegang kepentingan. Salah satunya dengan ticket size ke public yang kecil (affordable). Semakin banyak orang yang dapat memiliki produk tersebut, semakin banyak pula pengawasan yang terjadi. 

Baca juga: Tips Keuangan: Seberapa Penting Dana Darurat?