Oleh Adela Putri, Marketing Manager TaniFund

P2P lending sudah semakin akrab dijumpai di Indonesia. Adanya P2P lending merupakan jawaban atas permasalahan sulitnya akses kredit yang dialami oleh banyaknya orang yang tidak memiliki akses fasilitas perbankan, atau yang dapat kita katakan sebagai underserved market. Di sisi lain, banyak orang yang memiliki dana mengendap (idle funds) yang dapat diputar kembali untuk mendapatkan penambahan nilai lebih atas dana yang dimiliki. P2P lending mempertemukan mereka yang membutuhkan pendanaan dan mereka yang memiliki dana sehingga permasalahan dari kedua belah pihak dapat terpecahkan.

Tidak seperti bank yang menjadi perantara dan mengelola dana antara penabung dan peminjam, P2P lending menyediakan sarana bagi pendana dan peminjam untuk sepakat melakukan transaksi di sebuah platform. Platform ini melakukan credit scoring untuk melihat kredibilitas dan kelayakan peminjam untuk mendapatkan pendanaan, sehingga para pendana dapat mendanai peminjam dengan profil yang mereka inginkan.

Agrikultur dari Hulu ke Hilir: Value Chain Pertanian dan UMKM sektor Pangan

Dunia pertanian di hulu tidak terlepas dari sektor pengolahan pangan yang ada di hilir, yang mengolah hasil panen dari pertanian agar dapat dikonsumsi oleh konsumen akhir. Value chain dari petani sampai ke pengusaha UMKM di bidang pangan menjadi peran penting untuk penyerapan hasil tani yang optimal dan dapat menyediakan asupan pangan yang berkelanjutan untuk kita semua.

Namun, salah satu permasalahan terbesar yang dihadapi oleh kedua pihak ini adalah akses ke permodalan agar usaha mereka dapat berkembang. Bagi para petani dan pengusaha UMKM yang tidak memiliki akses fasilitas perbankan, mereka rentan terhadap bunga tinggi yang diberikan oleh tengkulak dan rentenir. Kerap mereka tidak dapat meningkatkan skala bisnis mereka karena sebagian besar dari keuntungan yang didapatkan harus dialokasikan untuk membayar bunga tersebut.

Peran TaniFund sebagai P2P Lending dalam Agrikultur Berkelanjutan

TaniFund sebagai platform P2P Lending di bidang agrikultur dan bagian dari TaniHub Group, merupakan suatu bagian yang esensial dari sebuah ekosistem yang mendukung sektor pertanian. TaniFund hadir untuk memberikan akses pendanaan kepada para petani dan pengusaha UMKM di bidang pangan dengan skema yang adil, sehingga mereka dapat meningkatkan usahanya dengan lebih baik yang berdampak pada peningkatan pendapatan mereka. Dengan ini, para petani dan pengusaha UMKM lokal bisa lebih sejahtera dan tetap melakukan kegiatan-kegiatan usahanya. Dalam jangka panjang, dampak yang dirasakan bagi kita semua adalah terwujudnya agrikultur berkelanjutan.

TaniFund berkomitmen untuk menyediakan infrastruktur untuk mendukung agrikultur yang berkelanjutan, seperti:

  • Akses terhadap pendanaan. Dengan adanya inklusi finansial ini, para petani dapat memiliki modal untuk mengembangkan usaha-usaha bertaninya sehingga dapat meningkatkan kapasitas produksi, memperluas lahan untuk bercocok tanam, serta dapat memiliki suplai bibit dan pupuk yang berkualitas. Sehingga dapat meningkatkan antusiasme generasi milenial untuk bekerja sebagai petani dan membantu keberadaan petani sebagai frontline ketahanan pangan negeri ini. Inklusi finansial ini juga berdampak pada peningkatan pendapatan para petani dan produktivitas agrikultur secara keseluruhan.
  • Pendampingan ahli agronomis. Dengan adanya pendampingan ini, para petani bisa mendapatkan best practices dalam melakukan berbagai macam proyek budidaya, sehingga hasil panen dapat tetap terjaga kualitasnya. Para petani juga mendapatkan manfaat memiliki pengetahuan akan literasi pertanian dan keuangan yang dapat meminimalisir gagal panen, yang mana berdampak pada minimnya risiko yang diemban oleh para pemberi pinjaman (lender).
  • Ekosistem bersama TaniSupply untuk Process and Packaging Center (PPC), National Fulfillment Center (NFC) dan Warehouse. Penyerapan hasil panen yang melalui tahap grading, processing food supply, dan packaging sehingga meminimalisir potensi food loss. Hal ini juga berdampak pada peningkatan pendapatan para petani sehingga semakin banyak hasil panen yang dapat terserap dengan baik, juga meminimalisir dampak buruk terhadap lingkungan akan adanya food loss ini.
  • Ekosistem bersama TaniHub untuk akses ke pasar. Dengan membeli hasil panen langsung dari para petani dan memasarkannya melalui pasar B2B dan B2C, para petani dapat memiliki kepastian penyerapan pasar dan mendapatkan pendapatan yang lebih pasti, serta harga panen yang lebih adil dibandingkan penjualan ke tengkulak.

Dengan adanya infrastruktur-infrastruktur ini, TaniFund dapat memberikan dampak sosial berupa sustainable income bagi para petani dan pengusaha UMKM lokal yang tentunya meningkatkan kesejahteraan mereka serta menjaga ketahanan pangan negeri ini.

Dampak Agrikultur Berkelanjutan dalam Mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 2: Zero Hunger

Untuk mewujudkan Zero Hunger, perlu adanya upaya untuk menjaga ketahanan pangan. Ketahanan pangan ini membutuhkan pendekatan multi-dimensi, dari perlindungan sosial hingga perlindungan pangan yang aman dan bergizi terutama bagi anak-anak hingga transformasi sistem pangan untuk mencapai dunia yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Untuk mencapai tujuan ini diperlukan investasi di daerah pedesaan dan perkotaan, serta di bidang sosial. Diharapkan masyarakat dengan perekonomian menengah ke bawah memiliki akses yang merata ke makanan dan meningkatkan mata pencaharian mereka sehingga menumbuhkan ekonomi yang inklusif. 

Ada beberapa contoh aksi yang dapat kita lakukan sebagai wujud kita untuk mendukung SDGs nomor 2 ini dan mengurangi tingkat kelaparan di Indonesia, yaitu:

  1. Membeli produk pangan seperti sayuran dan buah-buahan lokal sehingga semakin terbuka pasar untuk para petani lokal
  2. Menghapus stigma buruk mengenai pekerjaan sebagai petani
  3. Memulai kegiatan bercocok tanam (menjadi petani) untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga sendiri terlebih dahulu
  4. Membantu petani dari segi akses permodalan, seperti yang bisa dilakukan melalui TaniFund di www.tanifund.com