oleh: Meta Yuliyanti, Key Account Financing TaniFund

Sektor UMKM telah menjadi bagian penting dari sistem perekonomian di Indonesia. Hal ini dikarenakan UMKM merupakan unit usaha yang lebih banyak jumlahnya dibandingkan dengan usaha industri berskala besar, memiliki keunggulan dalam menyerap tenaga kerja dan juga mampu mempercepat proses pemerataan ekonomi sebagai bagian dari pembangunan.

Saat ini tercatat lebih dari 65 juta UMKM yang tersebar di Indonesia. Pada 2016, tercatat ada 61,7 juta UMKM di Indonesia dengan jumlah yang terus meningkat hingga tahun 2018, jumlah UMKM mencapai 64,2 juta.

Dalam mengembangkan usahanya, pelaku UMKM kerap menghadapi berbagai tantangan. Menurut Ketua Asosiasi UMKM Ikhsan Ingratubun, beberapa permasalahan klasik yang masih menjadi persoalan bagi pelaku UMKM diantaranya adalah:

  1. Sumber Daya Manusia, Bagi UMKM hal ini merupakan tantangan terbesar. UMKM membutuhkan sumber daya manusia yang ahli dan memiliki kemampuan yang profesional dalam menjalankan bisnis. Selain itu, sumber daya yang memiliki talenta yang mumpuni juga tentunya membantu pelaku usaha dalam mengembangkan bisnisnya agar dapat menjadi lebih baik.
  2. Akses Teknologi, Permasalahan yang sering dijumpai dalam pelaku UMKM adalah terbatasnya kemampuan dan pengetahuan mereka dalam memanfaatkan teknologi serta platform digital. UMKM umumnya belum mengetahui cara memaksimalkan berbagai macam fitur pada platform digital yang dapat menjangkau skala pertumbuhan yang lebih besar dibandingkan dengan metode konvensional. Contohnya seperti bagaimana cara utilisasi media sosial sebagai sarana digital marketing untuk usaha mereka.
  3. Strategi bisnis, Bisnis UMKM pun harus fokus pada strategi yang perlu dilakukan agar produk yang dijual dapat berkembang dan laku di pasaran. Kualitas produk dengan fitur yang baik dan unik akan cenderung lebih mudah menciptakan ketertarikan dan loyalitas dari pembeli. Strategi yang kreatif juga perlu diperhatikan dalam mengembangkan usaha karena minimnya sumber daya yang dimiliki.
  4. Permodalan, Isu permodalan merupakan salah satu tantangan yang menjadi perhatian terbesar bagi pelaku UMKM, karena merupakan kunci dari menjalankan kegiatan operasional dan mengembangkan bisnis mereka. Saat ini masih banyak pelaku UMKM yang masih mengalami kekurangan modal, sehingga mereka mengalami kendala untuk bisa scale up.

Akses permodalan bisa didapatkan dari berbagai macam institusi finansial seperti perbankan, multifinance, dan peer-to-peer (P2P) lending. Umumnya, persyaratan untuk mendapatkan pinjaman modal ke perbankan dan multifinance sangat banyak dan menyulitkan pelaku UMKM untuk bisa mendapatkan modal kerja, maka dari itu lah hadir P2P lending sebagai alternatif permodalan melalui financial technology (fintech) platform yang mempertemukan peminjam dana (borrower) dengan pemberi dana (lender).

Salah satu P2P lending yang memiliki fokus pada pengembangan UMKM di sektor pangan adalah TaniFund. TaniFund memiliki berbagai macam produk pendanaan yang menjawab permasalahan-permasalahan yang kerap dialami oleh para pelaku UMKM, seperti produk pendanaan atas nota piutang dan merchant financing untuk pengembangan usaha. Produk pendanaan ini membantu UMKM di sektor pangan untuk mengembangkan bisnisnya lebih baik.

Jika kamu pelaku UMKM di sektor pangan yang membutuhkan pendanaan, kamu bisa menghubungi TaniFund melalui info@tanifund.com.

Kalau kamu memiliki dana yang dapat disalurkan untuk membantu para pelaku UMKM sekaligus mengembangkan keuanganmu, kamu dapat mendaftar sebagai lender di website TaniFund dan mulai mendanai berbagai macam proyek di halaman ini. Mari bersama kembangkan perekonomian UMKM lokal kita!

Sumber:

https://www.neliti.com/publications/58432/perkembangan-umkm-usaha-mikro-kecil-dan-menengah-di-indonesia

https://id.techinasia.com/peluang-dan-tantangan-pasar-umkm-bagi-startup-indonesia

https://finansial.bisnis.com/read/20201126/563/1322901/umkm-dominasi-pinjaman-p2p-lending-konvensional-dan-syariah

https://biz.kompas.com/read/2020/12/15/101747328/tantangan-transformasi-digital-bagi-umkm-dan-solusi-untuk-mengatasinya


https://data.tempo.co/read/1111/jumlah-umkm-di-indonesia

https://id.techinasia.com/

https://www.jurnal.id/id/blog/2017-5-tantangan-besar-yang-harus-dihadapi-bisnis-umkm/